Novica

Catatan kecilku

20 April 2009

Guratan merah senja hampir tenggelam, begitupun waktu penyampaian asaku. Ada rasa berat tapi sudah tekad. Jujur aku menyesal bertemu dan juga berpisah denganmu. Penyesalan itu sudah memberi rambu2 pada kalbu sejak awal, hari-hariku dihantui ketakutan mendalam hingga emosi meledak untuk menutupi ketakutanku sendiri yang tidak pernah berpangkal dan tidak pernah kekal. Mengenalmu, membuatku menziarahi sesuatu yang sudah lama disemayamkan, dan aku takut ia bangkit lagi sampai pada akhirnya ia bergentayangan menghantuiku dan dirimu teman.

Tapi tenang temanku sayang, aku akan menepati janji, aku akan pergi dan kuyakinkan kepadamu bahwa takkan ada lagi mati suri atas perasaan ini, namun satu permohonanku, sebelum ada kepergian jangan lagi kau tusuk jantungku dengan kilau matamu yang bening, sebab tusukan yang pernah kujumpai dalam duka akan terus mengingatkanku pada rantai kenangan yang panjang.

Apa saja>>>yang kuambil dan kutawan darimu akan kukembalikan seutuhnya, karena aku juga ingin bebas dari ketakberdayaan ini, meski mungkin telah kubaptis diriku untuk memahatmu di hatiku, tapi aku rela…pergi, patah, luluh lantak tak beriak mengalpakan semua perasaan dan ingatanku yang lampau, hingga DIA benar-benar membangunkanku dari buaian tidur panjang.


Leave a Reply

Your email address will not be published.