Novica

Catatan kecilku

PERANG

Perang dingin terus terjadi

Di teluk perjanjian

Di mana ratusan kapal enggan pulang berlabuh

Hati mereka tidak puguh

Hanya berpagut pada ketidakpastian

Menunggu takdir datang menjemput

Entah kepala siapa yang akan terpecah belah?

Aku, kamu, dia atau mereka?

Sementara peluru-peluru terus menderu

Jemari pun tak kunjung lelah menarik pelatuk senjata

Menghunuskan bidikkan ke arah sasaran dengan tajam

Kebisingan pun mulai merusak indera

Menjadi tuli dan buta segalanya

Berjamaah

Masing-masing ingin menjadi pahlawan

Pahlawan tanpa nama kah?

Atau benar-benar pahlawan sejati?

Hanya PENGUASA YANG MAHA MEMBOLAK BALIKAN HATI

Yang dapat menentukannya

Sementara kita semua hanya

Manusia yang kecilnya melebihi serpihan bubuk peluru


Leave a Reply

Your email address will not be published.