Novica

Catatan kecilku

Assalamu’alaikum “pengagum”

Tiap pagi kuterima pesan misterius tanpa nama. Berkali-kali dia mengirimkan puisi. Nampaknya ini dari seorang pengagum yang mengetahui bahwa aku menyukai puisi. Pengagum rahasia bisa disebut begitu namanya. Mungkin aku kenal dia, mungkin juga tidak. Tidak menapa, aku tak melarang siapapun mengagumiku, apapun alasannya itu. Kuhargai itu. Sebab dengan dikagumi seseorang, itu berarti aku memiliki nilai yang berbeda, walaupun itu di mata manusia biasa saja.
Aku juga pernah mengagumi seseorang bahkan aku tak tahu alasannya apa. Bahkan aku nyaris tidak punya pembeda sebagai jeda, kagum atau cinta?
Lalu kubelajar untuk memahaminya. Ternyata mengagumi dapat menimbulkan cinta, pengendalinya adalah hati dan logika, penguatnya adalah doa.
Aku tak pernah membalas pesan-pesan pengagumku itu, berharap ia tidak mengagumiku berlebihan. Namun bila sempat aku menemuinya, aku akan ucapkan 1 kalimat ” Assalamu’alaikum pengagum, terima kasih telah mengagumiku!”


1 comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.