Novica

Catatan kecilku

Uncategorized

PERANG

Perang dingin terus terjadi Di teluk perjanjian Di mana ratusan kapal enggan pulang berlabuh Hati mereka tidak puguh Hanya berpagut pada ketidakpastian Menunggu takdir datang menjemput Entah kepala siapa yang akan terpecah belah? Aku, kamu, dia atau mereka? Sementara peluru-peluru terus menderu Jemari pun tak kunjung lelah menarik pelatuk senjata Menghunuskan bidikkan ke arah sasaran […]

9 Maret 2015

Dear purple, Akhirnya aku melepas kangenku dengan hutan dan air terjun. Tentu saja hiking. Aku tidak peduli pada anggapan orang tentang program kehamilan. Aku hanya peduli keyakinan bahwa jika saatnya hamil, aku pasti hamil. Banyak orang yang berada dalam keterbatasan, bahkan yang sudah divonis tidak dapat hamil, akhirnya hamil dan melahirkan anak yang sehat sempurna. […]

Ke mana sayang?

Mau ke mana kita sayang? Begitulah tanyamu padaku. Kujawab Aku sedang tak ingin ke gunung Aku juga tak ingin ke pantai Aku hanya ingin duduk manis Menulis Mencurahkan isi hati Menumpahkan inspirasi Menuangkan imajinasi Dan melambungkan fantasi Duduklah di sisiku kekasih hati Temani aku dengan secangkir kopi Kopimu bersanding dengan tehku yang tersaji Lupakan padang […]

Edelweis vs Kaktus

Kita bagaikan edelweis dan kaktus Keduanya bertengger dalam suhu yang berbeda Bilamana kita saling bertukar habitat Mungkinkah akan mampu? Kita tidak pernah mengakui semuanya Apakah aku si edelweis? Atau kamu si kaktus Yang kita tahu kita menghadapi ujian Sama Sama-sama diterjang badai Aku di gunung Kamu di gurun Aku dingin Kamu panas Aku teduh Kamu […]

Akhirnyaaaaa……..

13 maret 215 Berangkat kerja aku naik angkot duduk di depan. Tiba-tiba sopir bertanya, “apa ada merasa kehilangan minyak angin?” aku pun terkejut mendengarnya. “iya Safe Care seminggu yang lalu si!” ” Iya ketinggalan, ada di dashboard!” ” Pakai aja bang, saya udah beli yang baru!” ” Ngga, saya ngga biasa, biasanya balsem!” Akhirnya aku […]

Kabar Hujan Kenangan

Apa kabar hujan? Tidakkah langit berdebat dengan bumi Menjatuhinya dengan runcingnya jarum perak Sehingga bumi pasrah akan basah Apa kabar kenangan? Tidakkah angan berdebat dengan kenyataan Mengekang  pikiran dalam ketiadaan Mengurung murungnya perasaan Apa kabar hujan kenangan? Tidakkah air mata berdebat dengan senyuman Menipu tangis dengan senyum manis Menipu duka lara dengan gelak tawa

selamat pagi

Selamat pagi teman sehati Hari ini aku terakhir di sini Apakah bisa kau temani sekali lagi Menyusuri keelokan kota ini Sebelum senja menghampiri Selamat pagi kawan ternyaman Hari ini akan ada perpisahan Apakah bisa aku menjadi kenangan Walau kenangan yang disemayamkan Selamat pagi temanku sayang Bagaimana bisa kau datang Tinggal di hati tak mau pulang […]

Izinkan Aku

Ya Tuhan …. Izinkan aku menghirup udara lebih lama lagi Setidaknya lebih lama dari masa tidurku Aku hanya ingin menikmati sesuatu Yang mana aku tak bisa menikmatinya Pada masa-masa dimana seharusnya kunikmati Setidaknya sebagai pengganti Atau hadiah atas kepasrahanku Dalam setiap ujian dan cobaan Yang mungkin merupakan teguran pula Ya Tuhan….

sedekah terindah

Sedekah adalah ibadah… Amanah adalah ┬ábagian ibadah…. Bagiku keduanya adalah ibadah yang Indah Keduanya merupakan bentuk kasih sayang Yang mengikat satu dengan yang main Bilamana aku boleh meminta pada mereka Dapatkah aku meminta sedekah Sebagai tanda amanah dariku Dan bila

sajak

Sajakku itu Tak beriak Tak beranak Namun Kadang berdecak Terbahak-bahak Berteriak Menimbulkan semerbak Corak meredam congkak Seperti tengah Terjebak Tersedak Terbelalak