Novica

Catatan kecilku

Firasat Duka (3)

Malam itu malam Jum’at. Aku bermimpi gigi geraham atasku patah. Patah 2 gigiku. Aku juga terbangun karena kaget. Aku takut sebenarnya, karena kata orang kslau mimpi gigi patah itu akan bertanda akan ada yang meninggal. Dan bila yg patah itu gigi atas berarti orangnya lebih tua dari kita. Aku memang sudah sering mengalaminya, tapi aku selalu berusaha menepis tanpa menghiraukannya.
Akan tetapi aku terus kepikiran. Entah mengapa aku terbayang-bayang sosok seorang temanku di Bogor. Namun apa daya bbm ku mati. Aku tidak bisa menghubunginya. Namun ada keinginan berat untuk menemuinya. Apalagi aku ada rencana ke puncak malam minggu. Kupikir aku ingin mampir ke rumahnya yang tidak jauh dari kosanku dulu.
Sabtu sore pun tiba. Menjelang senja aku mengajak suamiku ke puncak. Sebenarnya badanku sedang kurang fit. Pikiranku sedang kacau. Tapi kami tetap pergi. Kami istirahat di sebuah spbu dekat daerah Warung Jambu. Suamiku shalat maghrib dan isya di mushola spbu. Aku mengenang masa-masasaat tinggal di Bogor. Aku sempat mengingat temanku itu. Kupikir daripada menunggu teman-teman club motor suamiku di spbu, aku ingin ke rumah temanku itu. Tapi suamiku tak mau.
Akhirnya dating juga teman-teman suamiku. Kami melanjutkan perjalanan. Suamiku tidak kuizinkan ikut kopdar ke Cianjur, hanya boleh ikut rombongan sampai puncak. Ketika di jalan, kami berhenti di lampu merah dekat rumah sakit Azra. Aku teringat di lampu merah inilah aku Turin Dan naik bis, bahkan dijemput oleh temanku yang kebetulan memang do situlah jalan menuju rumahnya.
” belok pap!” Ledekku.
Akhirnya setelah lampu hijau, kami lanjutkan perjalanan. Aku sempat bertengkar di jalan, sampai aku menangis. Mungkin karena pikiranku tidal enak dan merasa kecewa karena suamiku malah jadi sweeper until rombongan clubnya. Meskipun begitu kami langsung berdamai.
Sesampainya di puncak, kami hanya makan malam saja. Begitu selesai kami berdua memilih pulang segera. Udara yang dingin sedang tidak bisa kuterima. Di jalan aku tertidur hingga berkilo-kilo. Terbangun setelah do Tajur.
Aku pun masih nyeletuk ke suamiku tengah malam di jalan itu untuk mampir, namun suamiku memilih belok ke spbu yang tidak jauh dari lampu merah dekat jalan menuju kosanku, yang tidak jauh dari rumah temanku. Di spbu aku masih keingetan terus dia.
5 hari kemudian tepatnya malam jumat. Bbm di blackberry kuaktifkan kembali. Tanpa sengaja kulihat profil dan status temanku tersebut. Aku mulai deg degan menanyakan kabarnya, terlebih lagi ayahnya yang terakhir kudengar sedang sakit. “Kamu kenapa nenah? Ada apa dengan bapakmu?”
“Bapakmu masih ada kan? Jangan bilang sudah ngga ada!”
Dia membalas “Iya bu novi, bapak nenah udah ngga ada.”
“Innalillahi….astaghfirulloh…..kapan meninggalnya? Bukan malam minggu kemarin kan?”
“Iya,,,tanggal 13.”
Berkali-kali aku istighfar. Karena tanggal 13 itu jatuh pada hari sabtu. Aku sedih mendengarnya. Terlebih lagi dia sudah menjadi yatim piatu, kedua orangtuanya telah meninggal dunia.

Firasat memang tidak akan mengubah takdir. Hanya saja apabila aku memimpikan seseorang meninggal dunia, jika aku menemui/menghubunginya, alhamdulillah dan Insya Allah jauh dari mimpi


Leave a Reply

Your email address will not be published.