Novica

Catatan kecilku

selamat pagi

Selamat pagi teman sehati

Hari ini aku terakhir di sini

Apakah bisa kau temani sekali lagi

Menyusuri keelokan kota ini

Sebelum senja menghampiri

Selamat pagi kawan ternyaman

Hari ini akan ada perpisahan

Apakah bisa aku menjadi kenangan

Walau kenangan yang disemayamkan

Selamat pagi temanku sayang

Bagaimana bisa kau datang

Tinggal di hati tak mau pulang

Buat aku bimbang mabuk kepayang


Izinkan Aku

Ya Tuhan ….

Izinkan aku menghirup udara lebih lama lagi

Setidaknya lebih lama dari masa tidurku

Aku hanya ingin menikmati sesuatu

Yang mana aku tak bisa menikmatinya

Pada masa-masa dimana seharusnya kunikmati

Setidaknya sebagai pengganti

Atau hadiah atas kepasrahanku

Dalam setiap ujian dan cobaan

Yang mungkin merupakan teguran pula

Ya Tuhan…. (more…)


my facebook

Pelupukku mengantuk
Dari kejauhan kudengar musik
Judul lagunya my facebook
Hihihihi
Senyum sendirian, karena menyinggung
Pengalaman perasaan
Facebook….
Kadang membuatku mabuk
Remuk, terpuruk bahkan mengamuk
Facebook….
Tempatku curhat
Berkreasi
Bernyanyi
Bersembunyi
Dan lain-lain

Bahkan menyimpan rahasia yg tdk terbaca


Assalamu’alaikum “pengagum”

Tiap pagi kuterima pesan misterius tanpa nama. Berkali-kali dia mengirimkan puisi. Nampaknya ini dari seorang pengagum yang mengetahui bahwa aku menyukai puisi. Pengagum rahasia bisa disebut begitu namanya. Mungkin aku kenal dia, mungkin juga tidak. Tidak menapa, aku tak melarang siapapun mengagumiku, apapun alasannya itu. Kuhargai itu. Sebab dengan dikagumi seseorang, itu berarti aku memiliki nilai yang berbeda, walaupun itu di mata manusia biasa saja.
Aku juga pernah mengagumi seseorang bahkan aku tak tahu alasannya apa. Bahkan aku nyaris tidak punya pembeda sebagai jeda, kagum atau cinta?
Lalu kubelajar untuk memahaminya. Ternyata mengagumi dapat menimbulkan cinta, pengendalinya adalah hati dan logika, penguatnya adalah doa.
Aku tak pernah membalas pesan-pesan pengagumku itu, berharap ia tidak mengagumiku berlebihan. Namun bila sempat aku menemuinya, aku akan ucapkan 1 kalimat ” Assalamu’alaikum pengagum, terima kasih telah mengagumiku!”


Jangan Ganggu

Aku sibuk tolong jangan ganggu
Aku sakit tolong jangan ganggu
Aku lelah tolong jangan ganggu
Aku bete tolong jangan ganggu

Mungkin begitulah maksudnya

Kadang kita tidak pernah mengetahui keadaan orang yang sesungguhnya
Kadang hanya memberikan
Simbol atau bahasa tubuh
Karena
Kehabisan kata-kata untuk menjelaskan
Kehabisan cara untuk mengungkapkan
Kehabisan rasa untuk menunjukkan
Yang timbul tinggal emosi

Jangan ganggu
Lalu sampai kapan menunggu?


I Love November

November….
Banyak yang bilang bulan cantik
Mungkin namanya yang keren
Senang bisa lahir di bulan cantik
Seperti namaku
Yahhhh meskipun banyak yang bernama Novi
Karakternya nakal atau miring dikit
Tapi tetap saja namanya “Novi”
yah begitulah….. Hahahaha
Terserah yang menilai
Peduli Amat….
Meski waktu cukur rambut dikasih nama Novi Nur’aini, lalu setelah beliau tiada diganti dan disahkan menjadi Novica Armayanti….aku tetaplah Novi dengan karakter Novembernya, ada hujan ada panas, dan Novi buatku adalah November Violet, sampai kapanpun.
Dan tentunya aku senang keduanya pernah menjadi judul lagu yang keren sepanjang masa dengan durasi yang panjang pula “November Rain”, serta menjadi judul film Sweet November dan Ungu Violet.
Yuhuuuuuu….. I Love November.


28 Januari 2015

Dearborn,,,,
Ini hari keduaku istirahat di rumah. Syndrome penyakit yg sering timbul 3 tahun sekali, nyaris menerpa. Sebenarnya aku tidak suka di rumah, apalagi di rumah yg sebesar ini. Tidur makan minum obat. Sepi. Hanya ada kakekku. Beliau pun baru sembuh dari sakit.
Kalau kesehatanku mulai terganggu, orang terdekatku yang pernah mengetahui riwayat kesehatanku mulai khawatir. Padahal aku hanya flu. Memang si aku juga bandel. Sudah setahun lebih aku belum check up, padahal semua sudah banyak yang mengingatkan, bahkan atasanku sendiri. Berkali-kali menyuruhku ambil izin check up.
Dalam sebulan terakhir ini aku sudah 5 kali mimpi tes darah. Biasanya itu firasat. Tapi kali ini kuabaikan.
Kupikir aku akan baik-baik saja. Aku akan sehat selalu.
Kalau saja semua obat yang kuminum rasanya seperti madu. Hehehehe…..
Ngomong soal madu, pas kurang sehat begini pas banget maduku udah sampai di tangan.
Madu asli dari Sumbawa yang dibawa oleh temanku dari Bali.
Ngomong-ngomong teman di Bali, jadi inget ftv kehidupan yang kemarin ditonton. Judulnya nyeremin. Tapi ceritanya mengharukan.
Ceritanya mengisahkan tentang seorang kakak laki-laki yang begitu sayang pada adik perempuannya. Kedua orangtuanya petani dan buta huruf. Banyak sekali pengorbanannya. Adiknya punya hobi menulis. Kakaknya memilih (more…)